Senin, 19 April 2010

10 Ciri Muslimah Sejati



10 Ciri Muslimah Sejati

Karakter ini merupakan pilar pertama terbentuknya masyarakat islam maupun tertegaknya sistem islam dimuka bumi serta menjadi tiang penyangga peradaban dunia.

Kesepuluh karakter itu adalah :

Salimul Aqidah, Bersih Akidahnya dari sesuatu hal yang mendekatkan dan menjerumuskan dirinya dari lubang syirik.

Shahihul Ibadah, Benar Ibadahnya menurut AlQur’an dan Assunnah serta terjauh dari segala Bid’ah yang dapat menyesatkannya.

Matinul Khuluq, Mulia Akhlaknya sehingga dapat menunjukkan sebuah kepribadian yang menawan dan dapat meyakinkan kepada semua orang bahwa Islam adalah rahmat bagi seluruh alam (Rahmatan Lil Alamin).

Qowiyul Jismi, Kuat Fisiknya sehingga dapat mengatur segala kepentingan bagi jasmaninya yang merupakan amanah/titipan dari Alloh SWT.

Mutsaqoful Fikri, Luas wawasan berfikirnya sehingga dia mampu menangkap berbagai informasi serta perkembangan yang terjadi disekitarnya.

Qodirun ‘alal Kasbi, Mampu berusaha sehingga menjadikannya seorang yang berjiwa mandiri dan tidak mau bergantung kepada orang lain dalam memenuhi segala kebutuhan hidupnya.

Mujahidun linafsihi, Bersungguh sungguh dalam jiwanya sehingga menjadikannya seseorang yang dapat memaksimalkan setiap kesempatan ataupun kejadian sehingga berdampak baik pada dirinya ataupun orang lain.

Haritsun ‘ala waqtihi, Efisien dalam memanfaatkan waktunya sehingga menjadikannya sebagai seorang yang pantang menyiakan waktu untuk melakukan kebaikan, walau sedetikpun. karena waktu yang kita gunakan selama hidup ini akan dipertanggungjawabkan dihadapan Alloh SWT.

Munazhom Fii Su’unihi, Tertata dalam urusannya sehingga menjadikan kehidupannya teratur dalam segala hal yang menjadi tanggung jawab dan amanahnya. Dapat menyelesaikan semua masalahnya dengan baik dengan cara yang baik.

Naafi’un Li Ghairihi, Bermanfaat bagi orang lain, sehingga menjadikannya seseorang yang bermanfaat dan dibutuhkan. Keberadaannya akan menjadi sebuah kebahagiaan bagi orang lain dan Ketiadaannya akan menjadikan kerinduan pada orang lain.

Ciri Wanita Muslimah Ahli Surga
January 29th, 2010 | Author: deema

muslimah

Tentunya setiap wanita Muslimah ingin menjadi ahli Surga. Pada hakikatnya wanita ahli Surga adalah wanita yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Seluruh ciri-cirinya merupakan cerminan ketaatan yang dia miliki. Di antara ciri-ciri wanita ahli Surga adalah :

1. 1. Bertakwa.
2. 2. Beriman kepada Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya, hari kiamat, dan beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk.
3. Bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah, bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadlan, dan naik haji bagi yang mampu.
4. Ihsan, yaitu beribadah kepada Allah seakan-akan melihat Allah, jika dia tidak dapat melihat Allah, dia mengetahui bahwa Allah melihat dirinya.
5. Ikhlas beribadah semata-mata kepada Allah, tawakkal kepada Allah, mencintai Allah dan Rasul-Nya, takut terhadap adzab Allah, mengharap rahmat Allah, bertaubat kepada-Nya, dan bersabar atas segala takdir-takdir Allah serta mensyukuri segala kenikmatan yang diberikan kepadanya.
6. Gemar membaca Al Qur’an dan berusaha memahaminya, berdzikir mengingat Allah ketika sendiri atau bersama banyak orang dan berdoa kepada Allah semata.
7. Menghidupkan amar ma’ruf dan nahi mungkar pada keluarga dan masyarakat.
8. Berbuat baik (ihsan) kepada tetangga, anak yatim, fakir miskin, dan seluruh makhluk, serta berbuat baik terhadap hewan ternak yang dia miliki.
9. Menyambung tali persaudaraan terhadap orang yang memutuskannya, memberi kepada orang, menahan pemberian kepada dirinya, dan memaafkan orang yang mendhaliminya.
10. Berinfak, baik ketika lapang maupun dalam keadaan sempit, menahan amarah dan memaafkan manusia.
11. Adil dalam segala perkara dan bersikap adil terhadap seluruh makhluk.
12. Menjaga lisannya dari perkataan dusta, saksi palsu dan menceritakan kejelekan orang lain (ghibah).
13. Menepati janji dan amanah yang diberikan kepadanya.
14. Berbakti kepada kedua orang tua.
15. Menyambung silaturahmi dengan karib kerabatnya, sahabat terdekat dan terjauh.

Demikian beberapa ciri-ciri wanita Ahli Surga yang kami sadur dari kitab Majmu’ Fatawa karya Syaikhul Islam Ibnu Tamiyyah juz 11 halaman 422-423. Ciri-ciri tersebut bukan merupakan suatu batasan tetapi ciri-ciri wanita Ahli Surga seluruhnya masuk dalam kerangka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Allah Ta’ala berfirman : “ … dan barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam Surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai sedang mereka kekal di dalamnya dan itulah kemenangan yang besar.” (QS. An Nisa’ : 13

Ciri-ciri muslim yang soleh (Part 1)

Ciri-ciri muslim yang soleh (Part 1)

Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku
Dan mudahkanlah untukku urusanku
Dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku
Agar mereka mengerti perkataanku [1]
Lalu dengan mengertinya mereka akan perkataanku
Nur hidayah-Mu menderu laju
Mengairi relau-relau hati mereka
Lalu suburlah keimanan mereka
Hingga-hingga membuahkan pengorbanan di jalan agamu-Mu
Segala puji-pujian selayaknya milik ALLAH, yang pada-Nya kita pohonkan bimbingan, pada-Nya kita pintakan pertolongan, dan pada-Nya kita rayukan pengampunan. Setelah difasihkan lidah ini untuk berbicara pada manusia dan mengajak mereka kepada jalan-Nya, mempromosikan Islam pada manusia agar mereka berbondong-bondong kembali kepada-Nya, merungkai keajaiban alam sebagai tanda bukti kekuasaan dan keesaan-Nya, kita pohon pula perlindungan ALLAH dari kejahatan diri kita dan kebobrokan amal-amal kita. Jangan sampai dosa noda yang bersarang di dalam hati, atau cacat cela dalam amal yang menjadikan wujud suatu jarak dalam hubungan kita dengan Rabbul Izzati, kemudiannya menjadikan lidah nan fasih tadi sekadar mengeluarkan kata-kata yang enak didengar oleh indera telinga, namun sulit di telan oleh jiwa sanubari. Tapi biarlah hidayah-Mu ya Ilahi Rabbi, menjadikan bukan sekadar lidah nan berbicara, tapi kelapangan dada menggemakan bisikan hati, lalu bisikan-bisikan hati ini tidak lalu di corong telinga, melainkan terus ketemu “interaksi hati.” Lantas hiduplah hati-hati ini, dan sibuklah ia berkomunikasi, merealisasikan kata-kata “dunia tanpa sempadan.”

Saudara-saudari, mudah-mudahan dirahmati ALLAH.
Kalau andainya seseorang, yang sememangnya menjadi idaman dan pujaan sekelian orang, kemudiannya mencurahkan cintanya kepada kita, tentunya wajar tatkala kita juga, dengan rela tanpa paksa, turut memberikan sepenuhnya diri ini dalam mengembalikan kehangatan cintanya. Tatkala ia turut mengorbankan segalanya buat kita, tentunya wajar kita turut melakukan yang sedemikian rupa. Sedang ia setia menyebar kasihnya kepada kita, tanpa letih mahupun jemu, pastinya sebaran kasihnya kita sambut tanpa bosan mahupun lesu.

Maka sudah selayaknya, cinta sang kekasih bernama Muhammad Bin Abdullah; itulah Rasulullah SAW, mendapat balasan, penghargaan dan pengorbanan daripada kita semua. Sedang cinta manusia bersifat fana, sering dan pasti menemui titik jemunya. Selalu dan mesti berjumpa penghujung kehangatannya, cinta Rasul SAW telah melangkaui batas-batas kesementaraan ini, membawa sebuah pengabadian cinta. Kaki manakah yang sanggup andai kata, telah sampai di Sidratul Muntaha, yang merupakan puncak segala kenikmatan, puncak segala keindahan, puncak segala kesenangan, untuk berundur kembali ke dunia yang fana? Sedang yang menantinya di dunia, adalah kisah yang seratus peratusnya berbeza: hidangan sebuah kisah penuh sulit, duka dan derita. Hingga sang pujangga terkenal, syeikh Muhammad Iqbal pun berkata [2]; “Kalau saja aku adalah Muhammad,” kata Iqbal, “aku takkan turun kembali ke bumi setelah sampai di Sidratul Muntaha.”

Ya adik-adikku, pesona keteduhan di bawah naungan kasih sayang Ilahi Rabbi, terlalu berat dan terlalu enak untuk ditinggalkan, apa lagi untuk episod kehidupan penuh darah dan air mata di muka bumi. Dua kehidupan yang tak mungkin dapat kita bandingkan. Tapi, cintalah yang menggerakkan kakinya untuk turun ke bumi. Dan cinta jugalah yang menggerakkannya untuk mewarnai dunia dengan api cinta. Hingga saja, mereka yang ternyala dengan api cintanya, merasa keamanan dan kebahagiaan yang luar biasa. Hingga wajar saja, negara kuffar saja menemui khalifah Islam, meminta dinaungi oleh pentadbiran yang berlainan dengan agamanya!

Maka tentunya wajar, bahasa kita dengan diri Nabi (SAW), adalah bahasa cinta. Persis yang dinyatakan oleh Jalaluddin Rumi, “Bahasa yang dipahami bersama memang mendekatkan. Namun kebersamaan hati lebih baik daripada kebersamaan bahasa.” [3]

Lalu, bahasa cinta itulah yang meyakinkan kita akan setiap kata yang terbit dari lidahnya yang mulia. Carilah sebab keberadaanmu, melalui tutur kata junjungan kita yang mulia. Layarilah bahtera di lautan kehidupanmu, dengan berpandukan petunjuk dan bimbingan al-Mushtafa. Kerana salah anda dalam memahami sebab tujuan keberadaanmu, dan terkemudian tersilap dalam memilih jalan menuju destinasimu, menyebabkan diari kehidupanmu sentiasa teraba-raba akan definisi bahagia.

Masakan tidak? Andainya sang petani gagal memahami akan tugas dan fungsi kereta, dengan menyangkakan tujuan keberadaan kereta adalah untuk membajak sawah misalnya, bukan saja kereta yang akan punah, bahkan sawah ladangmu pasti membantut dan memandulkan hasil yang dicita idamkan. Semisalan itulah, apabila manusia gagal memahami tujuan, tugas dan fungsi keberadaannya di muka bumi, menyebabkan semua destinasi-destinasi bahagia, sekadar menjadi idaman di alam mimpi. Maka perhatikanlah akan apa tujuan, tugas dan fungsi keberadaan anda:-

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.
(Surah adz-Dzariat [51]:56)

Mengabdi diri pada ALLAH, adalah tujuan anda. Lalu diri anda pun digunakan untuk menunaikan tugas seperti yang berikut:

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi"…
(Surah al-Baqarah [2]:30)

Tatkala potensimu digunakan sebagai khalifah di muka bumi, anda pun berfungsi sebagai seorang Muslim, hingga membawa ke akhir hayatmu. Fungsi anda sebagai “duta islam”, hinggalah kepada expiry date keberadaanmu.

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.
(Surah ali Imran [3]:102)

Nah, bukankah ALLAH Azza Wa Jalla telah memerintahkanmu; walau apa pun terjadi, akhirilah hidupmu, seraya Muslim menjadi gelar agung yang memahat di namamu? Biar anda miskin nestapa, biar anda terpenjara menderita, biar anda lumpuh terseksa, asal anda Muslim nan setia, lalu keberadaanmu, bahkan kematianmu, mempunyai erti dan memenuhi sebab lahirnya dirimu di muka bumi.

Lalu bukanlah tersyarat agar dirimu menjadi doktor. Atau engineer. Atau usahawan. Atau menceburi alam pendidikan. Tetapi cita-cita yang harus tersemat jauh ke dalam dadamu, dan tergenggam erat dalam dakapan pendirianmu, adalah bagaimana bisa saya kekal wujud –bahkan mati- sebagai Muslim yang bakal diredhai? Kerana bukankah ini yang kita ikrarkan sehari-hari, tiap kali kita membuka solat kita dengan doa iftitah nan penuh pengertian?

Katakanlah: "Sesungguhnya salat, ibadah, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam,
(Surah al-An’am [6]:162)

Ciri Wanita Muslimah Ahli Surga

Ciri Wanita Muslimah Ahli Surga
Tentunya setiap wanita Muslimah ingin menjadi ahli Surga. Pada hakikatnya wanita ahli Surga adalah wanita yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Seluruh ciri-cirinya merupakan cerminan ketaatan yang dia miliki. Di antara ciri-ciri wanita ahli Surga adalah :
1. 1. Bertakwa.
2. 2. Beriman kepada Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya, hari kiamat, dan beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk.
3. Bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah, bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadlan, dan naik haji bagi yang mampu.
4. Ihsan, yaitu beribadah kepada Allah seakan-akan melihat Allah, jika dia tidak dapat melihat Allah, dia mengetahui bahwa Allah melihat dirinya.
5. Ikhlas beribadah semata-mata kepada Allah, tawakkal kepada Allah, mencintai Allah dan Rasul-Nya, takut terhadap adzab Allah, mengharap rahmat Allah, bertaubat kepada-Nya, dan bersabar atas segala takdir-takdir Allah serta mensyukuri segala kenikmatan yang diberikan kepadanya.
6. Gemar membaca Al Qur’an dan berusaha memahaminya, berdzikir mengingat Allah ketika sendiri atau bersama banyak orang dan berdoa kepada Allah semata.
7. Menghidupkan amar ma’ruf dan nahi mungkar pada keluarga dan masyarakat.
8. Berbuat baik (ihsan) kepada tetangga, anak yatim, fakir miskin, dan seluruh makhluk, serta berbuat baik terhadap hewan ternak yang dia miliki.
9. Menyambung tali persaudaraan terhadap orang yang memutuskannya, memberi kepada orang, menahan pemberian kepada dirinya, dan memaafkan orang yang mendhaliminya.
10. Berinfak, baik ketika lapang maupun dalam keadaan sempit, menahan amarah dan memaafkan manusia.
11. Adil dalam segala perkara dan bersikap adil terhadap seluruh makhluk.
12. Menjaga lisannya dari perkataan dusta, saksi palsu dan menceritakan kejelekan orang lain (ghibah).
13. Menepati janji dan amanah yang diberikan kepadanya.
14. Berbakti kepada kedua orang tua.
15. Menyambung silaturahmi dengan karib kerabatnya, sahabat terdekat dan terjauh.
Demikian beberapa ciri-ciri wanita Ahli Surga yang kami sadur dari kitab Majmu’ Fatawa karya Syaikhul Islam Ibnu Tamiyyah juz 11 halaman 422-423. Ciri-ciri tersebut bukan merupakan suatu batasan tetapi ciri-ciri wanita Ahli Surga seluruhnya masuk dalam kerangka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Allah Ta’ala berfirman : “ … dan barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam Surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai sedang mereka kekal di dalamnya dan itulah kemenangan yang besar.” (QS. An Nisa’ : 13)


Globalisasi Berdampak Baik atau Buruk bagi Kehidupan Kelompok Perempuan Oct 26, '07 12:49 AM
for everyone

Globalisasi Berdampak Baik atau Buruk bagi Kehidupan Kelompok PerempuanÃ’

Adzkar AhsininÓ

Pembuka

Fenomena globalisasi secara terminologis dapat dimaknai sebagai intensifikasi relasi-relasi sosial seluas dunia yang menghubungkan lokalitas-lokalitas berjauhan sedemikian rupa sehingga peristiwa di satu tempat ditentukan oleh peristiwa lain yang terjadi bermil-mil jaraknya dari tempat tersebut dan sebaliknya.[1] Terminologi ini menekankan karakteristik khusus globalisasi yang menjadi ruang hidup manusia modern yang ditandai oleh keluasan (extencity), kekuatan (intencity), kecepatan (velocity), dan dampak (impact) yang luar biasa dan yang belum terbayangkan sebelumnya.[2] Fenomena globalisasi dipicu oleh kemajuan industri, teknologi informasi, dan transportasi sehingga limitasi jarak kini bukan menjadi hambatan (borderless). Jika ditilik dari sisi ini globalisasi seakan-akan menjadi hukum alam, namun jika ditilik sisi sosiologis fenomena globalisasi seperti halnya fenomena sosial lainnya, pada dirinya terkandung paradoksal dan ambivalensi.

Paradoks dan ambivalensi ini terlihat manakala fenomena ini ditempatkan pada tataran relasi-relasi antarindividu dan relasi-relasi antarnegara yang telah direduksi hanya pada dimensi ekonomi. Dominasi karakteristik ekonomi pada fenomena globalisasi inilah yang semestinya perlu dicermati karena kini telah berkembang menjadi isme yang dikenal dengan sebutan neoliberalisme.

Pada awalnya, neoliberalisme pertama-tama bukan urusan ekonomi, tetapi suatu proyek filosofis yang beraspirasi menjadi teori komprehensif tentang manusia dan masyarakat. Dengan kata lain neoliberalisme suatu bangunan ideologi tentang manusia dan pengaturan masyarakat. Namun relasi-relasi kultural, politik, legal, sosial, psikologis, estetik, spiritual, dan lainnya ditopang oleh transaksi laba rugi yang berlaku dalam kinerja ekonomi pasar. Kemudian, neoliberalisme diproyeksikan sebagai desain kerangka normatif tentang bagaimana manusia dan tata masyarakat harus menjadi melalui: pertama, dengan proyek normatif memandang semua relasi manusia sebagai relasi pasar, neoliberalisme mengajukan sosok homo eoconomicus sebagai teori kodrat manusia dalam semua bidang kehidupan manusia. Kedua, setiap manusia perlu mengubah dirinya sesuai idiom pasar dan bisnis. Artinya setiap apa saja yang melekat padanya adalah modal (capital) yang mesti diubah menjadi laba. Ketiga, karena setiap manusia dipandang sebagai homo eoconomicus, maka kemiskinan disebabkan kesalahan manusia itu sendiri. Kemiskinan bukan masalah sosial, melainkan kegagalan mengubah asset diri menjadi laba. Solusinya bukan social welfare, tetapi individual self-care. Keempat, sesudah homo eoconomicus menjadi model perilaku manusia, maka Pemerintah juga harus dirubah menjadi pemerintah ekonomi (economic government). Negara/pemerintah sebagai perusahaan adalah idiom khas neoliberal. Perubahan ini membutuhkan landasan hukum melalui hukum yang mengatur aspek-aspek tata Negara (hukum tata Negara). Kelima, perentangan prinsip pasar merambah tidak hanya pada bidang-bidang yang secara tradisional bukan wilayah ekonomi, tetapi juga menciptakan cabang serta ranting transaksi-transaksi baru yang sudah ada. Dengan kata lain dari suatu proses transaksi pasar diciptakan beberapa subtransaksi, kemudian dikembangkan berbagai sub-sub transaksi lain. Melalui proses ini muncul apa yang disebut ekonomi maya dengan buihnya yang sama sekali tidak punyai kaitan apapun dengan perkembangan ekonomi sektor riil.[3]



Pilar-Pilar Neoliberalisme dan Pelaku Neoliberalisme

Neoliberalisme sebagaimana diuraikan dimuka bertujuan menata setiap aspek kehidupan berdasarkan prinsip dan kalkulasi ekonomi. Bagaimana ideology ini kemudian tersebar dan dianut oleh hampir seluruh negara-negara berkembang yang terkena krisis. Jika dirunut kebelakang, neoliberalisme dihasilkan melalui Washington Consensus yang digagas oleh dua lembaga multilateral, yakni IMF dan Bank Dunia, serta Pemerintah AS. Washington Consensus pada awalnya merupakan konsep yang didesain sebagai upaya untuk menanggulangi krisis ekonomi yang terjadi di Amerika Latin pada dasawarsa 1980-an dan 1990-an. Namun kemudian konsep ini pada akhirnya diterapkan pada negara-negara berkembang lain yang terkena krisis. Pada dasarnya Washington Consensus terdiri dari sepuluh elemen, yang meliputi:

*
Disiplin fiskal, pemerintah disarankan untuk melakukan kebijakan fiscal yang konservatif di mana defisit anggaran tidak boleh lebih dari dua persen terhadap PDB.
*
Perlu adanya prioritas bagi pengeluaran publik dalam anggaran pemerintah. Pemerintah harus berusaha untuk memperbaiki distribusi pendapatan melalui belanja pemerintah.
*
Reformasi pajak, pemerintah perlu memperluas basis pemungutan pajak.
*
Liberalisasi finansial, sektor ini perlu didorong lebih liberal agar terjadi peningkatan efisiensi.
*
Kebijakan nilai tukar yang memiliki kredibilitas yang menjamin terdorongnya iklim persaingan.
*
Mendorong liberalisasi perdagangan dengan cara menghilangkan restriksi-restriksi kualitatif (larangan-larangan) secara progresif.
*
Mendorong kompetisi antara perusahaan domestik dan asing sehingga meningkatkan efisiensi.
*
Melakukan program privatisasi melalui pengalihan kepemilikan perusahaan milik Negara kepada swasta.
*
Iklim deregulasi harus didorong untuk menghilangkan restriksi masuk pasar sehingga pasar semakin kompetitif.
*
Pemerintah harus melindungi hak kekayaan intelektual. [4]

Kesepuluh elemen ini kemudian diekstrasikan menjadi tiga pilar utama neoliberalisme, yakni liberalisasi, deregulasi, dan privatisasi.

Neoliberalisme sebagai sebuah ideology, eksistensinya akan terus berkelanjutan apabila ia menjadi sebuah sistem yang operasional. Sebagai sebuah sistem perlu ditopang peraturan.-peraturan. Peraturan-peraturan ini dikembangkan oleh institusi internasional yang memiliki visi mengkodifikasi dan membentengi tiga kebebasan fundamental neoliberalisme:

1.
Kebebasan sirkulasi modal
2.
Kebebasan perdagangan atas barang dan jasa
3.
Kebebasan investasi[5]

Pada titik ini hukum ekonomi internasional kemudian dikembangkan untuk melegalkan kebebasan fundamental ini. Bahkan diciptakan pula mekanisme pengadilan internasional untuk mengadili negara-negara yang dipandang menghambat laju dan gerak neoliberalisme.[6]

Selain membutuhkan peraturan, agar ideology neoliberal dapat dianut dan menjadi norma-norma yang mencakup seluruh tatanan kemasyarakatan maka membutuhkan pelaku-pelaku (agency). Terdapat institusi-institsusi yang selama ini dikenal sebagai agen neoliberalisme:

1.
Lembaga keuangan multilateral: (i) Bank Pembangunan Multilateral yang terdiri dari Bank Dunia dan Bank Pembangunan Regional (Bank Pembangunan Asia, Bank Pembangunan Afrika, Bank Pembangunan Eropa, Bank Pembangunan antarAmerika, dan Bank Pembangunan Islam)[7] dan (ii) Dana Moneter Internasional (IMF)[8]
2.
Praktisi Bisnis Internasional (perusahaan multi nasional/MNC)
3.
Organisasi Perdagangan Dunia (WTO)[9]
4.
Lembaga Kredit Ekspor (ECA)[10]
5.
Negara-negara G7

Faktor pendukung lain yang perlu mendapatkan catatan penting adalah, neoliberalisme selain bertumbuh dengan subur dengan ditopang oleh kultur ideology konsumtif.[11]



Bagaimana Neoliberalisme Masuk ke Indonesia

Awal embrio neoliberalisme berkecambah dalam locus habitus Indonesia manakala Pemerintah Republik Indonesia mulai berhutang kepada negara/institusi kreditur baik secara bilateral maupun multilateral dan masuknya Indonesia menjadi anggota lembaga keuangan internasional. Utang bilateral Indonesia dengan negara kreditur dimulai sejak tahun 1946 berdasarkan UU Nomor 4 Tahun 1946 tentang Pinjaman Nasional yang diubah melalui UU Nomor 9 Tahun 1946. Utang luar negari yang dibuat dengan berlandasankan pada undang-undang berlangsung hingga tahun 1958. Namun setelahnya sampai berakhirnya kekuasaan Presiden Soekarno tahun 1966 tidak diketemukan dokumen pengesahan perjanjian luar negeri, baik melalui undang-undang maupun Keputusan Presiden. Kemudian dalam era Presiden Soeharto utang luar negeri yang dibuat dari tahun 1968 hingga masa pemerintahan Presiden Soeharto, pengesahan perjanjian utang luar negeri dimuat dalam Keputusan Presiden, namun sebagian besar dari perjanjian utang luar negeri tidak dilegalkan sesuai dengan jenis peraturan perundang-undangan yang berlaku.[12]

Keanggotaan Indonesia dalam IMF dan IBRD[13] dimulai pada tahun 1954 berdasarkan UU Nomor 5 Tahun 1954 tentang Keanggotaan RI pada IMF dan IBRD. Namun, pada 1966 Indonesia menarik diri dari keanggotan kedua organisasi melalui UU Nomor 1 Tahun 1966. Menurut undang-undang ini penarikan diri tersebut berlaku surut hingga 17 Agustus 1965. Penarikan diri ini terkait dengan kebijakan Presiden Seokarno keluar dari PBB pada 1 Januari 1965. Kemudian berdasarkan pada 8 November 1966 Indonesia kemali menjadi anggota IMF dan IBRD melalui UU Nomor 9 Tahun 1966 tentang Keanggotaan Kembali RI dalam IMF dan IBRD. Selain itu, pada 17 Juni 1968 berdasarkan UU Nomor 3 Tahun 1968 Indonesia menjadi anggota IDA (International Development Association).[14] Meskipun telah menjadi anggota IMF, IBRD sejak tahun 1967 dan IDA sejak tahun 1968 tidak diketemukan satu pun dokumen yang mengesahkan perjanjian utang antara Pemerintah dengan ketiga lembaga tersebut. Namun demikian tidak berarti bahwa Pemerintah tidak memiliki utang kepada lembaga-lembaga tersebut. Sejak Juni 1974 hingga Desember 2006 Pemerintah telah menandatangani perjanjian utang dengan IBRD sebanyak 370 perjanjian, sedangkan perjanjian utang yang telah ditandatangani dengan IDA berjumlah 73 perjanjian yang dibuat sejak September 1968 hingga Desember 2006Kemudian, ikatan perjanjian utang luar negeri antara Pemerintah dengan IMF baru terjadi pada 31 Oktober 1997 manakala Indonesia mengalami krisis ekonomi dengan jumlah utang sebesar US$ 7,3 milyar.[15]

Pemberian utang inilah yang pada akhirnya menempatkan Indonesia di bawah control kekuasaan lembaga-lembaga keuangan ini karena setiap pinjaman diikuti kondisionalitas yang harus dipatuhi. Kondisionalitas ini yang dikenal dengan program penyesuaian struktural (SAP) yang mencakup kebijakan-kebijakan pengurangan peran pemerintah peran pemerintah, liberalisasi, deregulasi, dan privatisasi. IMF mensyaratkan bahwa Pemerintah Indonesia harus melaksanakan kebijakan dan program yang ditentukan sebagaimana dituangkan dalam Memorandum of Economic and Financial Policies (MEFP) atau dikenal dengan nama Letter of Intent (LoI). IMF merekomendasikan kepada Pemerintah Indonesia untuk mengimplementasikan sebuah paket program reformasi ekonomi sebagai bagian dari penyesuaian ekonomi makro Indonesia.[16] Sekurang-kurang terdapat sekitar 23 LoI dan MEEP yang dibuat sejak tahun 1997 hingga akhir tahun 2003.

Sebagaimana IMF yang memberikan paket stand by loan, Bank Dunia ikut pula dalam program penyelamatan ekonomi Indonesia dengan mengucurkan paket Structural Adjustment Loan (SAL)[17] dan program reformasi kebijakan (Policy Reform Support Loan/ PRSL I dan II). Demikian pula halnya Asian Development Bank (ADB). [18] Negara-negara G7 tidak ketinggal pula memanfaatkan situasi keterpurukan kondisi perekonomian Indonesia dengan paket pemberian utang, misalnya Jepang melalui Miyazawa Plan, dan Amerika Serikat.[19] Sebelumnya, menjelang awal tahun 1970-an, atas kerjasama dengan World Bank, IMF, dan ADB dibentuk suatu konsorsium Inter-Government Group on Indonesia (IGGI) yang terdiri atas sejumlah negara industri maju untuk membiayai pembangunan di Indonesia. Melalui konsorsium ini setiap tahun Indonesia mengajukan utang luar negeri baru untuk menutupi defisit anggaran. Defisit anggaran selain ditutup dengan utang luar negeri, juga berasal dari penjualan aset-aset negara melalui privatisasi.

Sebenarnya paket kebijakan yang menjadi kondisionalitas utang luar negeri tersebut merupakan pintu masuk bagi pelaku-pelaku bisnis internasional untuk merealisasikan kepentingannya. Dengan demikian jejak neoliberalisme juga perlu dilihat dari ditetapkannya undang-undang yang memberikan kemudahan investasi yang diintervensi oleh kekuatan modal pelaku-pelaku bisnis internasional. Undang-undang ini akan menjadi sumber legitimasi operasionalisasi pelaku-pelaku bisnis internasional dalam melakukan investasinya di Indonesia.

Syarat ini dikemukakan Milton Friedman yang menyatakan bahwa hukum sangat penting bagi neo-liberalisme karena hukum pada dasarnya merefleksikan otoritas negara sebagai regulator. Pada posisi ini terlihat ambivalensi dan paradoksnya neoliberalisme, di satu sisi neo-liberalisme menginginkan agar negara tidak ikut campur dalam arus perdagangan barang dan jasa antar-negara. Namun di sisi lainnya, negara diharapkan ikut serta dalam memberikan aturan-aturan yang memudahkan liberalisasi perdagangan. [20] Di titik inilah kemudian muncul upaya-upaya untuk mempengaruhi negara sebagai pembuat hukum agar mengakomodasi kepentingan pelaku-pelaku bisnis internasional.

Tunas kekuasaan pelaku bisnis internasional mengemuka pada tahun 1967, manakala PT. Freeport McMorran mulai mengeksplorasi dan mengeksploitasi tambang di Papua. Investasi tersebut diberikan alas hukum oleh Pemerintah RI melalui UU Penanaman Modal Asing. Kemudian diikuti penetapan UU Penanaman Modal Dalam Negeri. Lebih jauh lagi agar dikenal sebagai negara perusahaan, Pemerintah menciptakan undang-undang yang ditujukan untuk mengundang pengusaha menanamkan investasinya. Pada akhirnya apa yang melekat dan dimiliki oleh Negara Indonesia baik tanah, sumber daya alam, dan tenaga kerja ditransaksikan secara ekonomis sehingga melahirkan UU tentang Kehutanan, UU tentang Pertambangan, UU Ketenagakerjaan, dan masih banyak undang-undang lain yang mengatur aspek-aspek ekonomi.[21]



Dampaknya Terhadap Kehidupan Perempuan

Beralihnya fungsi pemerintah sebagai pemegang kewajiban pemenuhan social welfare menjadi tanggung jawab individu (self-care) berdampak marginalisasi kelompok-kelompok rentan seperti kelompok perempuan, kelompok anak, kelompok miskin, dan kelompok rentan lainnya.[22] Marjinalisasi ini dikarenakan kelompok rentan ini tersingkir tidak saja oleh kinerja prinsip daya beli menentukan jaminan penikmatan hak, tetapi juga oleh penghapusan jaring pengaman sosial.[23] Fenomena komodifikasi melalui mekanisme pasar layanan sosial mendasar seperti pendidikan, kesehatan, permukiman, air bersih, pangan yang kini terjadi merupakan bukti empiris marjinalisasi kelompok rentan. Kondisi ini diperparah dengan politik kebijakan anggaran publik yang menghilangkan subsidi layanan sosial mendasar dan subsidi lain yang dibutuhkan untuk menopang kehidupan warga negara. Doktrin neoliberal menganggap alokasi anggaran tersebut dianggap membuang sumber finansial secara cuma-cuma yang sebenarnya bisa dialokasikan ke sektor lain yang lebih menguntungkan dan berpotensi mengakumulasi peningktan keuntungan ekonomis.

Dampak sistem ekonomi neoliberal terhadap pengalaman perempuan dalam perspektif feminisme berbeda satu perempuan dengan perempuan yang lain. Oleh karenanya dalam menganalisis dampak tersebut harus berangkat dan merujuk dari pengalaman perempuan itu sendiri. Hal ini sesuai dengan nilai-nilai feminisme yang menitikberatkan pada pengetahuan dan pengalaman individu perempuan. [24]

Seiring dengan fenomena globalisasi, muncul feminisme global guna menjawab penindasan terhadap perempuan akibat dari kebijakan dan praktik-praktik globalisasi. Feminisme global menekankan bahwa penindasan terhadap perempuan di satu bagian dunia seringkali disebabkan oleh apa yang terjadi di bagian dunia yang lain.[25] Charlotte Bunch mengidentifikasi 2 (dua) tujuan jangka panjang feminisme global :

1.
Hak setiap perempuan atas kebebasan memilih, dan kekuatan untuk mengendalikan hidupnya sendiri di dalam dan di luar rumah. Memiliki kekuasaan atas hidup dan tubuh perempuan sendiri merupakan hal yang esensial untuk memastikan adanya rasa kebanggaan dan otonomi pada setiap perempuan
2.
Penghapusan semua bentuk ketidakadilan dan penindasan dengan menciptakan tatanan sosial dan ekonomi yang lebih adil secara nasional dan internasional. Hal ini berarti keterlibatan perempuan dalam perjuanagan kebebasan nasional, dalam perencanaan pembangunan nasional, dan perjuangan bagi perubahan di tingkat lokal dan global.[26]



Persoalan keperempuanan dalam konstruksi neoliberalisme muncul ketika Structural Adjusment Program (SAP) yang diadopsi oleh IMF dan Bank Dunia mempengaruhi kehidupan keseharian perempuan. Paket SAP diterapkan diberbagai negara dengan salah satu fokus utamanya memotong uang belanja publik untuk menyeimbangkan anggaran pemerintah dan hutang paling dirasakan oleh kelompok perempuan. Desai memberi argumentasi bahwa SAP telah mempengaruhi perempuan secara mendunia sebab pengaturan tersebut telah membuat peranan perempuan banyak berubah dari kemungkinan perempuan menjadi produser menjadi nonproduser, dan biaya krisis yang diambil dana alokasi untuk layanan sosial mendasar mengakibatkan lagi keterpurukan perempuan.[27]

Oleh karenanya untuk melihat dampak neoliberalisme dalam kehidupan kelompok perempuan, maka terdapat pertanyaan kunci yang sangat mendasar yakni hak-hak asasi perempuan apa yang hilang atau dilanggar sebagai dampak dianutnya ideologi neoliberalisme oleh negara. Pertanyaan kunci ini membutuhkan parameter untuk mengeksaminasi sejauhmana sistem ekonomi neoliberal berdampak pada kehidupan kelompok perempuan. Instrumen hukum HAM internasional dapat dijadikan sebagai alat analisis untuk mempersoalkan ketidakadilan neoliberalisme secara lebih substansial.

Dalam konteks merespon kebutuhan spesifik kelompok perempuan hukum internasional menciptakan instrumen hukum HAM internasional yang dikenal dengan Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan (Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination against Women/CEDAW). Instrumen hukum ini membebankan negara sebagai pemegang kewajiban utama untuk memastikan bahwa seluruh hak-hak yang dijamin di dalamnya dihargai, dilindungi, dan dipenuhi melalui pembuatan peraturan-peraturan yang tepat di bidang politik, sosial, ekonomi, dan budaya sehingga setiap individu perempuan dapat menikmati HAM dan kebebasan pokoknya atas dasar persamaan dengan laki-laki. Dengan demikian apakah politik kebijakan anggaran public memenuhi hak asasi perempuan dapat dilihat adakah alokasi anggaran yang ditujukan secara spesifik untuk menjamin dinikmati hak asasi yang melekat pada setiap individu perempuan seperti yang tercantum dalam CEDAW. Namun hal yang perlu mendapatkan catatan penting, instrument ini seperti halnya instrument hukum HAM internasional utama yang lain, masih menempatkan negara sebagai pelaku pelanggaran HAM dan sekaligus pemegang kewajiban untuk menjamin perlindungan dan penikmatan HAM, belum memasukkan pelaku non negara. Dengan demikian pelaku-pelaku neoliberal tidak dapat dituntut pertanggungjawaban selayaknya negara dalam konteks perlindungan dan pemenuhan HAM.

Kemudian selain analisis anggaran, analisis terhadap substansi peraturan perundang-undangan yang mengandung spirit neoliberalisme signifikan dilakukan guna membongkar akar ketertindasan kelompok perempuan. Terkait dengan perspektif feminisme, maka untuk melihat substansi peraturan perundang-undangan berperspektif feminis atau tidak dapat mempergunakan pisau analisis Feminist Legal Theory. Feminist Legal Theory menyangkut dua aspek yakni teori hukum berperspektif feminis dan praktik hukum berperspektif feminis. Teori hukum berperspektif feminis membantu memetakan persoalan-persoalan yang terkait dengan adanya kebutuhan untuk menangani persoalan yang menyangkut hak-hak perempuan di hadapan hukum. Karakteristik dasar teori hukum berperpektif feminis yang dapat dijadikan pijakan untuk melakukan perubahan substansi hukum meliputi : (i) mengubah pandangan bahwa hukum adalah sesuatu yang netral dan obyektif; (ii) mengidentifikasi implikasi hukum yang justru melanggengkan relasi subordinatif terhadap perempuan; (iii) bagaimana hukum itu bekerja dalam konteks yang lebih luas. Sedangkan praktik hukum yang berperspektif femisnis menitikberatkan pada 2 (dua) fokus: pertama, bagaimana hukum mempengaruhi perempuan dan menyumbangkan penindasan terhadap mereka. Kedua, bagaimana hukum digunakan untuk meningkatkan posisi sosial perempuan. Kemudian jika substansi hukum neoliberal dianalisis dengan perspektif feminist legal theory maka perspektif ini dapat dipergunakan untuk mengeksaminasi sampai sejauhmana substansi tersebut berpihak pada perempuan atau malah menyumbang terjadinya subordinasi terhadap perempuan. Dalam kerangka ini maka analisis proses pembentukan hukum perlu dilakukan karena pada dasarnya hukum merupakan produk politik di mana menjadi arena kontestasi aneka kepentingan.

9 RAHASIA MEMBUAT ANAK MENJADI PINTAR

9 RAHASIA MEMBUAT ANAK MENJADI PINTAR
Para pakar menyatakan, Anak-anak pada rentang usia 4 sampai dengan 13 tahun, karena belum banyak mengecap asam garam dunia, hatinya masih murni, merupakan masa dengan daya ingat yang paling kuat selama hidupnya. Jika pada masa keemasan ingatan ini memperoleh pendidikan yang baik, akan sangat bermanfaat untuk sepanjang hidupnya. Setiap orang tua selalu mengharapkan anaknya cerdik, pandai dan arif melebihi anak lain. Para pakar menyatakan, sekalipun kearifan seorang anak sangat erat hubungannya dengan genetika bawaan, namun banyak sekali penelitian ilmiah menunjukkan bahwa pembinaan setelah lahir juga merupakan faktor sangat penting yang tidak boleh diabaikan. Merangsang pertumbuhan dengan pendidikan dalam kandungan Para dokter menyatakan, bayi dalam kandungan usia tiga bulan sudah mempunyai perasaan, empat bulan sudah mampu merasakan suara dari luar. Suara dari luar ini akan terus merangsang organ indera anak dalam kandungan dan mendorong pertumbuhannya, mempunyai peran yang penting bagi pertumbuhan intelegensi. Pada dasarnya cerebral cortex (bagian otak yang penting untuk mengingat, memperhatikan, menyadari, berpikir, mengerti bahasa dan lain sebagainya) bayi dalam kandungan sudah terbentuk pada usia 5 – 6 bulan, bila pada masa ini diperdengarkan musik ataupun dilakukan pemijatan lembut pada bagian perut akan dapat meningkatkan pertumbuhan intelegensi sang anak. Fondasi perkembangan intelegensi ditentukan pada masa anak-anak Sejak bayi dilahirkan, ayah-bunda sudah mempunyai peran penting untuk mengajarkan pengetahuan dasar kepadanya. Kalau saja ayah bunda pada tahap ini dapat membimbing sang anak dengan murah hati, hormat dan penuh kasih sayang, maka bukan saja dapat meletakkan dasar kepribadian yang unik bagi sang anak, bahkan dapat membuat anak memiliki kemampuan belajar dan sikap bergaul yang baik. Dengan demikian, peran ayah bunda bukan hanya membesarkan, bahkan juga memikul tanggung jawab besar sebagai guru pribadi. Para pakar menyatakan, Anak-anak pada rentang usia 4 sampai dengan 13 tahun, karena belum banyak mengecap asam garam dunia, hatinya masih murni, merupakan masa dengan daya ingat yang paling kuat selama hidupnya. Jika pada masa keemasan ingatan ini memperoleh pendidikan yang baik, akan sangat bermanfaat bagi sepanjang hidupnya. Sembilan rahasia membuat anak menjadi pandai Penulis rubik khusus pendidikan, Korey Capozza, menyarankan sembilan cara untuk membina dan meningkatkan IQ (intelligence quotient ) anak 1. Belajar Musik Ini merupakan cara yang bagus untuk meningkatkan pembelajaran otak kanan dengan santai dan mudah. Menurut hasil penelitian Universitas Toronto, pelajaran musik dapat meningkatkan intelligence quotient dan prestasi sekolah seorang anak. Bahkan semakin lama dipelajari, hasilnya semakin jelas. 2. Beri minum Air Susu Ibu Banyak penelitian ilmiah membuktikan bahwa air susu ibu (ASI) selain menyediakan berbagai macam zat gizi, juga dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan intelegensi bayi. Seorang bayi yang mengonsumsi ASI selama sembilan bulan secara nyata lebih pandai dari pada seorang bayi yang hanya mengonsumsi ASI selama satu bulan 3. Tingkatkan kesehatan Tim peneliti dari University of Illinois telah membuktikan hubungan antara kesehatan dan pelajaran anak di sekolah. Penelitian dari Oppenheimer Funds malah menunjukkan bahwa olah raga berkelompok bukan saja meningkatkan rasa percaya diri, membangun spirit kebersamaan, bahkan dapat memupuk kecakapan memimpin. Delapan puluh satu persen dari para direktris perusahaan pada saat masih kecil, semuanya pernah bergabung dalam suatu kegiatan organisasi 4. Permainan Memang ada banyak games yang bisa membuat pemainnya menjadi brutal, nyentrik ataupun malas berpikir. Namun juga ada sejumlah games yang dapat meningkatkan spirit bersosial, kreativitas dan inspirasi, bahkan ada yang dapat melatih anak untuk berpikir dengan bijaksana serta melatih kemampuan membuat rencana. Penelitian di University of Rochester juga menemukan bahwa anak kecil yang bermain games lebih berkemampuan dalam menemukan petunjuk rasa visual dalam belajar. 5. Menolak junk food Kurangi mengonsumsi makanan berkadar gula tinggi, berpantang berbagai makanan berlemak tinggi dan junk food yang lain. Sebaliknya, banyaklah mengonsumsi makanan sehat bergizi tinggi, ini akan meningkatkan perkembangan intelegensi dan motorik anak, terutama bagi bayi yang belum genap dua tahun, hal ini sangat penting. Misalnya, seorang anak harus mengonsumsi sejumlah zat besi untuk membantu pertumbuhan otak. Kalau kurang jumlahnya, penghantaran impuls syaraf akan melemah 6. Memupuk rasa ingin tahu Para pakar mengungkap, ketika orang tua mendorong anak untuk mempunyai pemikiran sendiri, sesungguhnya adalah sedang meng-arahkan mereka pada pentingnya menuntut pengetahuan. Menaruh perhatian yang besar terhadap minat anak, mengenalkan dan mengajarkan ketrampilan baru kepada mereka pada setiap ada kesempatan mendidik di luar rumah, semua ini merupakan cara yang baik sekali guna memupuk dambaan anak untuk menuntut pengetahuan lain 7. Membaca Sejalan dengan kemajuan teknologi, banyak orang yang mengabaikan pentingnya membaca. Membaca merupakan cara meningkatkan intelligence quotient seseorang yang paling langsung dan efektif. Membacakan cerita untuk anak, menjadi anggota perpustakaan dan menambah koleksi buku bacaan semuanya merupakan cara yang baik untuk memupuk minat membaca seorang anak8. Makan pagi Pepatah yang mengatakan burung yang bangun pagi akan mendapatkan makanan bukanlah tanpa dasar. Jauh sejak 1970, penelitian ilmiah menemukan seorang anak yang sarapan pada pagi hari memiliki ingatan yang lebih baik, lebih mampu berkonsentrasi dan juga mampu belajar lebih cepat. Dari pada sama sekali tidak makan pagi, makanlah sepotong kue atau minum segelas susu, hal ini akan sangat membantu dalam belajar 9. Bermain permainan pengasah otak Bermain catur, teka-teki silang atau permainan lain dapat merangsang intelegensi. Games Sudoku malah dapat memupuk cara berpikir yang bijaksana dan memupuk kemampuan memecahkan masalah. Selain hal-hal di atas, pada saat seorang anak masih sangat muda harus sering diajak bercengkrama, mintalah anak mengingat perbendaharaan kata yang sering dipakai dalam kehidupan sehari-hari ataupun mintalah anak menghafal, semua ini merupakan jurus piawai untuk membantu anak memupuk intelligence quotient.Para pakar menyatakan, Matikan tv, mintalah anak keluar rumah, mendekatkan diri dengan alam dan mengolah tubuh, merupakan salah satu metode terbaik untuk melatih anak menjadi pandai cekatan dan bertubuh sehat





Untuk menjadi pintar haruskah mengikuti cara yahudi ? (jawaban atas thesis Dr. Stephen Carr Leon)
Pertama-tama ada 2 hal yang harus dipisahkan yaitu pintar dan berkuasa. Yahudi yang pintar itu telah dihancurkan dan dijadikan budak ratusan tahun pada zama Fir’aun (Mesir), Nabukadnezzar (Babilonia), Romawi pada tahun 70 M, dan Hitler (Jerman). Kalau Yahudi yang pintar itu sekarang berkuasa di atas dunia karena sebab kebodohan dunia itu sendiri memberikan begitu banyak kesempatan kepada orang Yahudi untuk mengatur dunia ini (melalui tangan AS). Apabila tidak ada Yahudi mungkin dunia ini akan lebih baik.
Mengapa Yahudi pintar ? Karena mereka keturunan orang-orang pintar (genetik). Ibrahim AS adalah orang terpintar di muka bumi pada saat itu . Dan dari Ibrahimlah genetik itu berasal. Arabpun yang berasal dari genetik Ibrahim pernah menunjukkan kepintarannya ketika berkuasa di muka bumi selama 700 tahun lebih dan dari sanalah seluruh penduduk bumi mendapat pencerahan (bukan dari Yahudi).
Apa yang dilakukan Yahudi pada saat mengandung anak mereka dan pendidikan-pendidikan yang diajarkan setelah itu adalah baik. Kecuali yang tidak masuk diakal adalah mengerjakan soal matematik di depan istri yang sedang mengandung. Rangsangan terhadap otak hanya terjadi pada ayah dan ibunya saja tidak kepada anaknya beda dengan rangsang bunyi-bunyian. Untuk melatih anak berkosentrasi tidak harus berkuda dan memanah. Bermain catur, mendirikan solat, dan zikir itupun akan melatih konsentrasi anak.
Keharusan untuk mendapatkan uang 1 juta US$ memang dapat merangsang inovasi dan kreativitas sekaligus juga menimbulkan jiwa yang rakus dan tamak serta penuh tipu muslihat bila tanpa didasari agama yang baik. Dan itulah yang dilakukan orang Yahudi untuk menguasai perekonomian dunia seja abad ke18 s/d sekarang.
Nikotin tidak mengakibatkan rusaknya otak secara turun temurun (goblok) tapi, hanya merusak perokok itu sendiri dan belum tentu itu karena rokok. Bahkan nikotin dalam dosis rendah baik untuk susunan saraf pusat (membangkitkan aktivasi sel-sel saraf otak). (Farmakology dan terapi FK UI tentang nikotin). Sehingga mungkin bila setiap ibu yang mengandung atau bayi yang baru lahir diberikan hembusan asap rokok setiap hari mungkin akan membuat cerdas anak itu dikemudian hari. Kematian yang dikatakan akibat rokok adalah penyerderhanaan masalah. Kurang gizi dan kurangnya biaya pengobatan itulah penyebab kematian di Indonesia. Sebagian besar dokter spesialis bedah di negara” barat meminum alkohol lebih kurang 1/2 liter per hari. Apabila dokternya saja minum alkohol apalagi masyarakat biasa, mungkin bisa lebih dari 1 liter per hari. Tidak ada perselisihan daripada para dokter bahwa alkohol adalah buruk bagi kesehatan. Tapi pernahkah kita baca di koran” bahwa seorang dengan riwayat peminum alkohol tidak diterima bekerja di suatu tempat ? Atau adakah kita baca di koran” bahwa negara” barat memaksa supaya pabrik alkohol tutup ? Ini tidak dilakukan oleh negara” barat karena mayoritas pabrik pembuat alkohol berasal dari sana. Penutupan pabrik alkohol akan membuat kacau sistem kehidupan masyarakat (yang telah terbiasa minum alkohol) yang akan berdampak pada kekacauan ekonomi yang akut ditambah lagi hilangnya pajak dari pabrik” alkohol tsb. Kampanye anti rokok akan berdampak seperti itu dan itulah yang diharapkan oleh negara” barat (antek” Yahudi) supaya negara Islam terbesar Indonesia ini terus berhutang dan berhutang terus sampai akhirnya menjadi budak mereka selama-lamanya.
Indonesia yang bodoh dan miskin pada saat ini bukanlah karena banyaknya perokok. Kegagalan Indonesia untuk menjadi bangsa yang mjaju dan makmur karena kegagalan mereka untuk mencari pemimpin yang baik. Tidak ada yang dibutuhkan oleh Indonesia kecuali seorang pemimpin. Hayam Wuruk, Gajahmada, Sukarno merupakan salah satu contoh untuk itu . . . .
Saleum.

9 RAHASIA MEMBUAT ANAK MENJADI PINTAR

9 RAHASIA MEMBUAT ANAK MENJADI PINTAR
Para pakar menyatakan, Anak-anak pada rentang usia 4 sampai dengan 13 tahun, karena belum banyak mengecap asam garam dunia, hatinya masih murni, merupakan masa dengan daya ingat yang paling kuat selama hidupnya. Jika pada masa keemasan ingatan ini memperoleh pendidikan yang baik, akan sangat bermanfaat untuk sepanjang hidupnya. Setiap orang tua selalu mengharapkan anaknya cerdik, pandai dan arif melebihi anak lain. Para pakar menyatakan, sekalipun kearifan seorang anak sangat erat hubungannya dengan genetika bawaan, namun banyak sekali penelitian ilmiah menunjukkan bahwa pembinaan setelah lahir juga merupakan faktor sangat penting yang tidak boleh diabaikan. Merangsang pertumbuhan dengan pendidikan dalam kandungan Para dokter menyatakan, bayi dalam kandungan usia tiga bulan sudah mempunyai perasaan, empat bulan sudah mampu merasakan suara dari luar. Suara dari luar ini akan terus merangsang organ indera anak dalam kandungan dan mendorong pertumbuhannya, mempunyai peran yang penting bagi pertumbuhan intelegensi. Pada dasarnya cerebral cortex (bagian otak yang penting untuk mengingat, memperhatikan, menyadari, berpikir, mengerti bahasa dan lain sebagainya) bayi dalam kandungan sudah terbentuk pada usia 5 – 6 bulan, bila pada masa ini diperdengarkan musik ataupun dilakukan pemijatan lembut pada bagian perut akan dapat meningkatkan pertumbuhan intelegensi sang anak. Fondasi perkembangan intelegensi ditentukan pada masa anak-anak Sejak bayi dilahirkan, ayah-bunda sudah mempunyai peran penting untuk mengajarkan pengetahuan dasar kepadanya. Kalau saja ayah bunda pada tahap ini dapat membimbing sang anak dengan murah hati, hormat dan penuh kasih sayang, maka bukan saja dapat meletakkan dasar kepribadian yang unik bagi sang anak, bahkan dapat membuat anak memiliki kemampuan belajar dan sikap bergaul yang baik. Dengan demikian, peran ayah bunda bukan hanya membesarkan, bahkan juga memikul tanggung jawab besar sebagai guru pribadi. Para pakar menyatakan, Anak-anak pada rentang usia 4 sampai dengan 13 tahun, karena belum banyak mengecap asam garam dunia, hatinya masih murni, merupakan masa dengan daya ingat yang paling kuat selama hidupnya. Jika pada masa keemasan ingatan ini memperoleh pendidikan yang baik, akan sangat bermanfaat bagi sepanjang hidupnya. Sembilan rahasia membuat anak menjadi pandai Penulis rubik khusus pendidikan, Korey Capozza, menyarankan sembilan cara untuk membina dan meningkatkan IQ (intelligence quotient ) anak 1. Belajar Musik Ini merupakan cara yang bagus untuk meningkatkan pembelajaran otak kanan dengan santai dan mudah. Menurut hasil penelitian Universitas Toronto, pelajaran musik dapat meningkatkan intelligence quotient dan prestasi sekolah seorang anak. Bahkan semakin lama dipelajari, hasilnya semakin jelas. 2. Beri minum Air Susu Ibu Banyak penelitian ilmiah membuktikan bahwa air susu ibu (ASI) selain menyediakan berbagai macam zat gizi, juga dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan intelegensi bayi. Seorang bayi yang mengonsumsi ASI selama sembilan bulan secara nyata lebih pandai dari pada seorang bayi yang hanya mengonsumsi ASI selama satu bulan 3. Tingkatkan kesehatan Tim peneliti dari University of Illinois telah membuktikan hubungan antara kesehatan dan pelajaran anak di sekolah. Penelitian dari Oppenheimer Funds malah menunjukkan bahwa olah raga berkelompok bukan saja meningkatkan rasa percaya diri, membangun spirit kebersamaan, bahkan dapat memupuk kecakapan memimpin. Delapan puluh satu persen dari para direktris perusahaan pada saat masih kecil, semuanya pernah bergabung dalam suatu kegiatan organisasi 4. Permainan Memang ada banyak games yang bisa membuat pemainnya menjadi brutal, nyentrik ataupun malas berpikir. Namun juga ada sejumlah games yang dapat meningkatkan spirit bersosial, kreativitas dan inspirasi, bahkan ada yang dapat melatih anak untuk berpikir dengan bijaksana serta melatih kemampuan membuat rencana. Penelitian di University of Rochester juga menemukan bahwa anak kecil yang bermain games lebih berkemampuan dalam menemukan petunjuk rasa visual dalam belajar. 5. Menolak junk food Kurangi mengonsumsi makanan berkadar gula tinggi, berpantang berbagai makanan berlemak tinggi dan junk food yang lain. Sebaliknya, banyaklah mengonsumsi makanan sehat bergizi tinggi, ini akan meningkatkan perkembangan intelegensi dan motorik anak, terutama bagi bayi yang belum genap dua tahun, hal ini sangat penting. Misalnya, seorang anak harus mengonsumsi sejumlah zat besi untuk membantu pertumbuhan otak. Kalau kurang jumlahnya, penghantaran impuls syaraf akan melemah 6. Memupuk rasa ingin tahu Para pakar mengungkap, ketika orang tua mendorong anak untuk mempunyai pemikiran sendiri, sesungguhnya adalah sedang meng-arahkan mereka pada pentingnya menuntut pengetahuan. Menaruh perhatian yang besar terhadap minat anak, mengenalkan dan mengajarkan ketrampilan baru kepada mereka pada setiap ada kesempatan mendidik di luar rumah, semua ini merupakan cara yang baik sekali guna memupuk dambaan anak untuk menuntut pengetahuan lain 7. Membaca Sejalan dengan kemajuan teknologi, banyak orang yang mengabaikan pentingnya membaca. Membaca merupakan cara meningkatkan intelligence quotient seseorang yang paling langsung dan efektif. Membacakan cerita untuk anak, menjadi anggota perpustakaan dan menambah koleksi buku bacaan semuanya merupakan cara yang baik untuk memupuk minat membaca seorang anak8. Makan pagi Pepatah yang mengatakan burung yang bangun pagi akan mendapatkan makanan bukanlah tanpa dasar. Jauh sejak 1970, penelitian ilmiah menemukan seorang anak yang sarapan pada pagi hari memiliki ingatan yang lebih baik, lebih mampu berkonsentrasi dan juga mampu belajar lebih cepat. Dari pada sama sekali tidak makan pagi, makanlah sepotong kue atau minum segelas susu, hal ini akan sangat membantu dalam belajar 9. Bermain permainan pengasah otak Bermain catur, teka-teki silang atau permainan lain dapat merangsang intelegensi. Games Sudoku malah dapat memupuk cara berpikir yang bijaksana dan memupuk kemampuan memecahkan masalah. Selain hal-hal di atas, pada saat seorang anak masih sangat muda harus sering diajak bercengkrama, mintalah anak mengingat perbendaharaan kata yang sering dipakai dalam kehidupan sehari-hari ataupun mintalah anak menghafal, semua ini merupakan jurus piawai untuk membantu anak memupuk intelligence quotient.Para pakar menyatakan, Matikan tv, mintalah anak keluar rumah, mendekatkan diri dengan alam dan mengolah tubuh, merupakan salah satu metode terbaik untuk melatih anak menjadi pandai cekatan dan bertubuh sehat





Untuk menjadi pintar haruskah mengikuti cara yahudi ? (jawaban atas thesis Dr. Stephen Carr Leon)
Pertama-tama ada 2 hal yang harus dipisahkan yaitu pintar dan berkuasa. Yahudi yang pintar itu telah dihancurkan dan dijadikan budak ratusan tahun pada zama Fir’aun (Mesir), Nabukadnezzar (Babilonia), Romawi pada tahun 70 M, dan Hitler (Jerman). Kalau Yahudi yang pintar itu sekarang berkuasa di atas dunia karena sebab kebodohan dunia itu sendiri memberikan begitu banyak kesempatan kepada orang Yahudi untuk mengatur dunia ini (melalui tangan AS). Apabila tidak ada Yahudi mungkin dunia ini akan lebih baik.
Mengapa Yahudi pintar ? Karena mereka keturunan orang-orang pintar (genetik). Ibrahim AS adalah orang terpintar di muka bumi pada saat itu . Dan dari Ibrahimlah genetik itu berasal. Arabpun yang berasal dari genetik Ibrahim pernah menunjukkan kepintarannya ketika berkuasa di muka bumi selama 700 tahun lebih dan dari sanalah seluruh penduduk bumi mendapat pencerahan (bukan dari Yahudi).
Apa yang dilakukan Yahudi pada saat mengandung anak mereka dan pendidikan-pendidikan yang diajarkan setelah itu adalah baik. Kecuali yang tidak masuk diakal adalah mengerjakan soal matematik di depan istri yang sedang mengandung. Rangsangan terhadap otak hanya terjadi pada ayah dan ibunya saja tidak kepada anaknya beda dengan rangsang bunyi-bunyian. Untuk melatih anak berkosentrasi tidak harus berkuda dan memanah. Bermain catur, mendirikan solat, dan zikir itupun akan melatih konsentrasi anak.
Keharusan untuk mendapatkan uang 1 juta US$ memang dapat merangsang inovasi dan kreativitas sekaligus juga menimbulkan jiwa yang rakus dan tamak serta penuh tipu muslihat bila tanpa didasari agama yang baik. Dan itulah yang dilakukan orang Yahudi untuk menguasai perekonomian dunia seja abad ke18 s/d sekarang.
Nikotin tidak mengakibatkan rusaknya otak secara turun temurun (goblok) tapi, hanya merusak perokok itu sendiri dan belum tentu itu karena rokok. Bahkan nikotin dalam dosis rendah baik untuk susunan saraf pusat (membangkitkan aktivasi sel-sel saraf otak). (Farmakology dan terapi FK UI tentang nikotin). Sehingga mungkin bila setiap ibu yang mengandung atau bayi yang baru lahir diberikan hembusan asap rokok setiap hari mungkin akan membuat cerdas anak itu dikemudian hari. Kematian yang dikatakan akibat rokok adalah penyerderhanaan masalah. Kurang gizi dan kurangnya biaya pengobatan itulah penyebab kematian di Indonesia. Sebagian besar dokter spesialis bedah di negara” barat meminum alkohol lebih kurang 1/2 liter per hari. Apabila dokternya saja minum alkohol apalagi masyarakat biasa, mungkin bisa lebih dari 1 liter per hari. Tidak ada perselisihan daripada para dokter bahwa alkohol adalah buruk bagi kesehatan. Tapi pernahkah kita baca di koran” bahwa seorang dengan riwayat peminum alkohol tidak diterima bekerja di suatu tempat ? Atau adakah kita baca di koran” bahwa negara” barat memaksa supaya pabrik alkohol tutup ? Ini tidak dilakukan oleh negara” barat karena mayoritas pabrik pembuat alkohol berasal dari sana. Penutupan pabrik alkohol akan membuat kacau sistem kehidupan masyarakat (yang telah terbiasa minum alkohol) yang akan berdampak pada kekacauan ekonomi yang akut ditambah lagi hilangnya pajak dari pabrik” alkohol tsb. Kampanye anti rokok akan berdampak seperti itu dan itulah yang diharapkan oleh negara” barat (antek” Yahudi) supaya negara Islam terbesar Indonesia ini terus berhutang dan berhutang terus sampai akhirnya menjadi budak mereka selama-lamanya.
Indonesia yang bodoh dan miskin pada saat ini bukanlah karena banyaknya perokok. Kegagalan Indonesia untuk menjadi bangsa yang mjaju dan makmur karena kegagalan mereka untuk mencari pemimpin yang baik. Tidak ada yang dibutuhkan oleh Indonesia kecuali seorang pemimpin. Hayam Wuruk, Gajahmada, Sukarno merupakan salah satu contoh untuk itu . . . .
Saleum.

Pages